Diduga Pemotongan Dana KPPS Kembali Terjadi Di Kecmatan Runjung Agung Dan Terindikasi Menghalangi Tugas Pokok Wartawan 

Loading

Muaradua. SuarametropolNews. com// Senin 12/2/2024

Terulang kembali diduga ada pemotongan dana transport anggota KPPS sebesar Rp.100.000 yang diduga dilakukan oleh oknum ketua PPK dan PPS kecamatan Runjung Agung , kabupaten Oku Selatan.

Menurut narasumber yang tidak mau disebutkan namanya kepada awak media menjelaskan bahwa seluruh anggota KPPS khusus nya di desa Gedung Nyawa, kecamatan Runjung Agung sebesar Rp.100.000 dimana seharus nya honor transport per anggota KPPS untuk Bimtek dan pelantikan sebesar Rp.250.000 tapi pada kenyataan nya seluruh anggota KPPS terkhusus desa Gedung Nyawa hanya menerima sebesar Rp.150.000

“Kami sangat tidak menerima pak,dimana seluruh anggota KPPS terkhusus desa Gedung Nyawa, Kecamatan Runjung Agung 

hanya menerima honor transport Bimtek dan pelantikan sebesar Rp.150.000″tegas narasumber.

Masih menurut narasumber, mereka sangat berharap agar ketua PPK dan PPS dapat merealisasikan dana honor transport KPPS terkhusus desa kami desa Gedung Nyawa kecamatan Runjung Agung sebagai mana mesti nya

“Kami semua anggota KPPS desa Gedung Nyawa sangat berharap agar honor transport Bimtek dan Pelantikan anggota KPPS dapat di bayarkan sesuai dengan ketentuan. Ujar narasumber.

Dodi Asriadi ketua LSM PENJARA Indonesia DPC Oku Selatan ketika dimintai keterangan nya dia akan menindak lanjuti hasil temuan awak media dilapangan

“Nanti akan saya pelajari dulu,kalau memang ada indikasi korupsi/pemotongan akan saya tindak lanjuti. Ujar Dodi.

Ketua PPK. Merlan saat kami hubungi melalui sambungan suara telepon via whats app  mengatakan

“Untuk transportasi Bimtek dan Pelantikan kemaren sudah kami realisasikan semua ke PPS dan semua dana tersebut kami titip di PPK, dan dana tersebut direalisasikan oleh KPU menjadi 2 tahapan. Papar ketua PPK. Merlan

Masih menurut. Merlan  Ketua PPK kecamatan Runjung Agung 

“Untuk dana transportasi Bimtek sebesar Rp 100.000 dan dana Pelantikan Rp 150.000 kemudian sebesar Rp 50.000 kami tarik kembali dari rekening PPK dan untuk disalurkan kembali ke PPS dan itu atas atas perintah KPU, sebab menurut KPU setelah diadakan revisi ternyata ada kelebihan anggaran. Tegas ketua PPK

Terkait dengan pengambilan dana sebesar Rp 50.000 yang akan direalisasikan untuk PPS seperti yang disampaikan oleh Ketua PPK maka

Mayang selaku KPPS saat dikonfirmasi melalui whats app milik ketua PPK, mengatakan 

“Terkait dengan penarikan kembali dana sebesar Rp 50.000 tersebut yang akan diserahkan ke PPS itu tidak ada. Jelas Mayang Ketua PPS

Dari keterangan yang didapat oleh awak media baik dari Ketua PPK dan Ketua PPS diduga tidak sinkron pasalnya ketua PPK mengatakan ada penarikan dana sebesar Rp 50.000 yang akan diserahkan kepada PPS, sementara Ketua PPS mengatakan tidak ada

Ketua PPK terindikasi ada percobaan menghalang-halangi kerja wartawan sebab dalam percakapan kami ketua PPK mengatakan

“Berita tersebut jangan ditayangkan pak. Ujar Merlan

 (TIM)

Share dan Like
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments
0
Pikiran Anda tentang artikel ini, Silakan komentar.x
()
x