Diduga Banyak Penyelewengan Dalam Pembangunan Gedung Pengadilan Agama Kabupaten Oku Selatan

Loading

Muaradua, SuarametropolNews
Dalam tahun anggaran 2022 kabupaten oku selatan mendapat bangunan baru berupa kantor pengadilan agama dengan no.kontrak W6-A10/1126/PL.01/V111/2022. Yang dikerjakan oleh PT.inti mas energi utama tanggal kontrak 30 agustus 2022,dengan nilai kontrak Rp.19.697.972.467,00 dengan konsultan pengawas PT.sinergi empat perkasa,dengan jangka waktu 420 hari kalender,23 Desember 2023.

Menurut informasi yang didapat dilapangan dalam pengerjaan nya banyak terjadi indikasi penyimpangan dari RAB dan SPEK,dalam pemasangan besi yang seharus nya menggunakan besi merk.KS.TY tapi dalam pelaksanaan dilapangan menggunakan besi jenis BPS alias besi yang tidak memenuhi standar bangunan yang telah ditentukan,dalam hal pembetonan seharus nya menggunakan beton K300,tetapi diduga dilapangan menggunakan beton tidak standar K300,ini sudah sangat jelas mutu pembangunan gedung pengadilan agama tersebut terindikasi tidak sesuai dengan RAB/SPEK yang telah ditentukan,disini diduga kontraktor yaitu PT.INTI MAS ENERGI UTAMA

Telah banyak melakukan penyelewengan anggaran dan diduga telah merugikan keuangan negara.menurut ketua lembaga swadaya masyarakat pemantau kinerja aparatur negara(LSM PENJARA)DPC OKU SELATAN,Dodi Asriadi mengatakan kepada awak media memang pembangunan gedung pengadilan agama tersebut sudah lama kami teliti,kalau memang kenyataan demikian saya selaku ketua LSM PENJARA akan segera menindaklanjuti dan akan melayangkan surat pengaduan kepada aparat penegak hukum baik kejaksaan atau pun pihak kepolisian”saya selaku ketua LSM PENJARA akan segera menindak lanjuti kasus pembangunan gedung pengadilan agama yang ada di oku selatan ini,segera akan saya layangkan surat laporan ke aparat penegak hukum”ujar dodi dangan tegas.

kami siap untuk mempublikasikan temuan para awak media dilapangan,terkait ada nya dugaan penyimpangan dalam pembangunan gedung kantor pengadilan agama yang ada di oku selatan ini”memang hasil temuan dan informasi yang ditemukan bangunan tersebut diduga telah terjadi banyak penyimpangan dan merugikan keuangan negara yang cukup besar”pungkas ali umar.

Lebih aneh nya lagi proyek yang menelan belasan milyar tersebut,banyak ditemukan para pekerja tersebut belum menerima gaji,menurut azham selaku ketua biro kabar sejagad.co.menjelaskan telah ditemukan ada beberapa karyawan yang belum bayar,ini jelas menjadi tanda tanya ada apa proyek yang menelan dana yang cukup besar tetapi masih tidak bisa bayar karyawan”sangat saya prihatin sekali proyek yang menelan anggaran yang cukup besar tapi masih ada para pekerja yang tidak bayar”tegas azham

Saat di komfirmasi lewat chet whatsapp JONI selaku project manager mengatakan,”
1.mengenai besi sesuai speak teknis kami
yang sudah ada.
2.Beton kami ada tes ke sucofindo ada
hasilnya.
3.Mengenai gaji,memang ada keterlambatan
tapi sudah di bereskan.
jelas JONi.

Tapi apa yang di katakan JONi tidak sesuai dengan hasil temuan team di lapangan,besar dugaan pembangunan kantor pengadilan agama Kabupatan Oku Selatan terindikasi banyak penyimpangan.
(Team)

Share dan Like
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments
0
Pikiran Anda tentang artikel ini, Silakan komentar.x
()
x