Sekapur Sirih: “Dilema Rakyat Jelata”

Di Masa PPKM jangan takut dan tergantung kepada orang level tinggi, tetaplah berlindung kepada Allah SWT

Oleh: Tb. Boy Tanaya P.Sip /Wapemred Swara Metropol Indonesia (swarametropol.com)

Ingatlah selalu bahwa kita hidup dalam suasana sesusah dan sesulit apapun, jangan pernah takut kepada kelompok atau orang yang posisinya berlevel atas atau tingkat tinggi, melainkan sambil kita berupaya melepaskan diri dari masalah tetaplah berserah diri kepada ALLAH SWT.

Dan biasanya sikap ini berpotensi terjadi pada masyarakat awam serta berekonomi lemah dan miskin yang cendrung golongan tinggi itu menjadi momok buat mereka.

Suasana mendera akibat dampak Pandemi Covid-19 ini terus dirasakan oleh kita semua, mulai dari catatan pemberlakuan PSBB hingga PPKM Darurat dan berlevel semakin membuat hidup didera oleh pandemi dimaksud.

Terlebih dampak sangat parah dirasakan oleh golongan rakyat menengah kebawah sampai tingkat miskin.

Kita hendaknya jangan pernah takut dan jadi ketergantungan dengan manusia berpangkat tinggi atau golongan level atas dimaksud yang biasanya adalah pejabat tinggi, pengusaha yang hitungan materinya sudah tujuh turunan dan kelompok orang yang punya pengaruh besar dimasyarakat.

Karena lazimnya orang-orang tingkat tinggi itu rentan arogan denga kekuasaanya, bahkan cendrung berpotensi zhalim karena melimpah hartanya, manusiawi memang cendrung khilaf akan tingginya status.

Diatas Langit masih ada langit, dan Allah SWT juga tidak akan memberikan ujian pada hamba-hambanya diluar batas kemampuan hambanya itu sendiri. Maka tetap berpasrah diri kepada sang Ar Rahman Ar Rahim sebagaimana ayat Hasbunallah nikmat wakil, nikmal maullah wanikmann nasir, yang maknanya “Cukuplah bagiku Allah sebagai Pelindungku ” dan La Hawla quata Illa billah Hil aliyil adzhim, yang maknanya “Tdk ada kekuatan melebihi apapun kecuali ALLAH SWT”.

Sulit dan susahnya kita dimasa pandemi ini membuat kita seolah tergantung pada orang tingkat tinggi dimaksud, sehingga cendrung pula apapun dan bagaimanapun sikap yang dilakukan level dimaksud walaupun salah menjadi pembenaran, dan parahnya kita juga ikut membenarkan, Astagfirullah.

Marilah kita kembali kepada kekuasaan maha besar Allah SWT yang tidak terukur dengan apapun dan maha besar atas segala jagat raya dan dunia seisinya. Karena berusaha sambil berdoa adalah utama, hingga kita yakin pertolongan Tuhan Maha Esa itu akan datang pada waktunya.***

Share dan Like
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Inline Feedbacks
View all comments
0
Pikiran Anda tentang artikel ini, Silakan komentar.x
()
x